PENGEMBANGAN SISTEM PRESENSI GURU BERBASIS RFID UNTUK RA MUTIARA QOLBU INSANI

PENGEMBANGAN SISTEM PRESENSI GURU BERBASIS RFID UNTUK RA MUTIARA QOLBU INSANI

Raudhatul Athfal (RA) Mutiara Qolbu Insani yang beralamat di Jl. Raya Cihampelas No.167, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan pendidikan. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah proses presensi pegawai dan guru yang dilakukan secara manual, sehingga rawan keterlambatan pencatatan, duplikasi data, serta kurang efisien dalam pengelolaan administrasi. Disisi lain, kehadiran guru menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kedisiplinan dan kualitas pembelajaran di RA. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat mengusulkan penerapan sistem presensi berbasis Radio Frequency Identification (RFID) bagi pegawai dan guru RA. 

Sistem ini melibatkan penggunaan teknologi RFID, di mana setiap guru akan memiliki kartu yang berfungsi seperti “kunci digital” untuk mencatat kehadirannya. Ketika kartu ditempelkan pada perangkat pembaca RFID, data kehadiran secara otomatis tersimpan dalam basis data. Dengan demikian, proses absensi menjadi lebih cepat, meminimalisir human error, serta menghasilkan data yang akurat. Informasi kehadiran tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak manajemen sekolah untuk memantau kedisiplinan guru secara real-time dan menyusun laporan administrasi dengan lebih efisien.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi RA Mutiara Qolbu Insani, terutama dalam efisiensi pengelolaan presensi pegawai, memperkuat budaya disiplin, serta menjadi langkah awal dalam digitalisasi administrasi di lingkungan sekolah. Lebih jauh, Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna pada lembaga pendidikan anak usia dini, sekaligus menginspirasi satuan pendidikan setingkat RA/TK lainnya untuk mengadopsi solusi serupa. kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan tata kelola di RA Mutiara Qolbu Insani, tetapi juga memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam mendukung agenda transformasi digital pendidikan di Indonesia.

Sistem akan akan dibangun diharapkan dapat menciptakan lingkungan digital sejak dini di berbagai sektor termasuk pendidikan. Berikut beberapa potensi pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan sistem autentikasi berbasis RFID:

  1. Meningkatkan Literasi Keamanan Digital
    Edukasi masyarakat tentang presensi digital yang lebih akurat dan aman terutama di bidang pendidikan sejak dini.
  2. Mendorong Partisipasi dalam Pengembangan Teknologi Autentikasi
    Masyarakat dapat berkontribusi dalam pengembangan dan pengujian sistem autentikasi berbasis biometrik, blockchain, atau AI melalui program open-source.
    Universitas dan startup lokal bisa berperan dalam riset dan inovasi sistem keamanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  3. Memberikan Peluang Ekonomi dan Pekerjaan Baru
    Dengan meningkatnya kebutuhan akan keamanan siber, masyarakat bisa dilatih menjadi spesialis keamanan siber, pengembang sistem autentikasi, atau analis keamanan. Mendorong pertumbuhan startup teknologi keamanan digital yang menawarkan solusi autentikasi inovatif.
  4. Meningkatkan Keamanan Digital di UMKM dan Bisnis Lokal
    Pelatihan keamanan digital bagi pelaku UMKM, e-commerce, dan startup lokal agar mereka bisa mengimplementasikan autentikasi yang aman dalam transaksi online.
    Penggunaan teknologi seperti digital signature, autentikasi berbasis OTP, dan enkripsi data untuk melindungi bisnis kecil dari ancaman siber.
    Kemitraan dengan komunitas IT lokal untuk menyediakan layanan keamanan siber yang terjangkau bagi usaha kecil.
  5. Membangun Kebijakan dan Regulasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat
    Keterlibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan terkait autentikasi dan perlindungan data. Penguatan regulasi keamanan siber di tingkat nasional melalui diskusi publik dan forum edukasi. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta untuk menciptakan standar autentikasi yang lebih inklusif dan aman.

Pembangunan sistem autentikasi yang aman tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang mengedukasi, memberdayakan, dan melibatkan masyarakat dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman. 

Ketua

SETYORINI (NIP: 01760040)

Anggota Tim Dosen

FARAH AFIANTI (NIP: 23860001)

ABDULLAH HANIFAN (NIP: 24900005)

Anggota Mahasiswa AULIA RAHMAN (NIM: 2302222020)
NURIL KAUNAINI ROFIATUNNAJAH (NIM: 2302222017)
YUDISTIRA ADIWINATA (NIM: 2302222021)
NURUL KUSUMADELINA (NIM: 203012410019)
NADYA CANTIKA PUTRI ABDUN (NIM: 203012410015)
DWINA SARAH DELVA BR SITORUS (NIM: 203012410024)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *